Minggu, 06 Juni 2010

makalah lingkungan perusahaan

Lingkungan Perusahaan atau Manajemen

MAKALAH
Disusun untuk memenuhi salah satu tugas
Mata kuliah Manajemen









Oleh

Kelas D :


Vierza Reynar


Program Study Jurusan Manajemen
Fakultas Ekonomi
Universitas Siliwangi Tasikmalaya
2010

KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Tak lupa shalawat serta salam dilimpahkan kepada suri tauladan umat islam yakni Nabi Muhammad SAW.

Makalah ini diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Manajemen. Adapun judul makalah ini adalah “Lingkungan Perusahaan atau Manajemen”.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, penuis mohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan tugas mendatang. Untuk itu, penulis ucapkan terima kasih.



Tasikmalaya, 10 Mei 2010




Penulis

























DAFTAR ISI



KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 2
C. Tujuan Masalah 3

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian 4
B. Lingkungan Perusahaan 5
C. Fungsi-fungsi dan Ciri-ciri Perusahaan 7
D. Tempat,Kedudukan dan Jenis-Jenis Perusahaan 9
E. Variabel-Variabel Lingkungan Perusahaan 10

BAB III
ANALISIS KOMPARATIF
A. Kondur Petroleum SA 11
BAB IV
PENUTUPAN
A. Simpulan 12

DAFTAR PUSTAKA 13





BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Era globalisasi saat ini, di mana terjadi persaingan yang ketat di segala bidang dan dengan semakin banyaknya pilihan bagi konsumen terhadap suatu produk atau jasa, maka hal itu mengharuskan perusahaan baik dalam hasil akhir produk atau jasa maupun dalam prosesnya mampu menunjukkan keunggulan dibandingkan pesaingnya. Tujuan akhir perusahaan adalah menghasilkan laba yang sebesar-besarnya, tetapi dengan semakin ketatnya persaingan dan semakin berkembangnya pengetahuan dan keinginan konsumen maka laba yang besar dapat dicapai apabila perusahaan dapat memenangkan persaingan dengan mencapai kepuasan konsumen. Salah stu cara agar perusahaan dapat memenuhi keinginan konsumen adalah dengan meningkatkan dan mempertahankan mutu dari produk maupun mutu dari lingkungan.

Perkembangan jaman juga tidak pernah terlepas dari penggunaan sumber daya energi. Keuntungan peradaban manusia pada keberadaan sumber energi tersebut sangatlah besar. Sumber energi secar umum dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sumber energi yang dapat diperbaharui dan sumber energi yang tidak dapat diperbaharui . Untuk sumber energi yang tidak dapat diperbaharui tersebut pengelolaannya haru secara tepat guna, agar sumber energi tersebut menjadi bermanfaat, efisien dan ekonomis dalam penggunaannya. Bila pengelolaannya harus secara tepat guna, agar sumber energi tersebut menjadi bermanfaat, efisien dan ekonomis dalam penggunaannya. Bila pengelolaan akan sumber energi tersebut tidak baik maka akan berdampak terjadinya pencemaran terhadap lingkungan.






















B. Rumusan Materi
1. Pengertian Sistem Lingkungan Perusahaan
2. Lingkungan Perusahaan
3. Fungsi-fungsi dan Ciri-ciri Perusahaan
4. Tempat,Kedudukan dan Jenis-Jenis Perusahaan
5. Variabel-Variabel Lingkungan Perusahaan












































C. Tujuan Materi

Sejalan dengan rumusan materi, makalah ini disusun dengan tujuan untuk mengetahui dan mengdeskripsikan:
1. Pengertian Sistem Lingkungan Perusahaan
2. Lingkungan Perusahaan
3. Fungsi-fungsi dan Ciri-ciri Perusahaan
4. Tempat,Kedudukan dan Jenis-Jenis Perusahaan
5. Variabel-Variabel Lingkungan Perusahaan









































BAB II
PEMBAHASAN


A. PENGERTIAN

-Sistem Manajemen Lingkungan

adalah suatu kerangka kerja yang dapat diintegrasikan ke dalam proses-proses bisnis yang ada untuk mengenal, mengukur, mengelola dan mengontrol dampak-dampak lingkungan secara efektif, dan oleh karenanya merupakan risiko-risiko lingkungan. Sistem Manajemen Lingkungan juga menciptakan alat untuk meningkatkan prestasi kinerja dan bergerak menuju ke kelestarian lingkungan melalui praktek terbaik seperti ISO 14001 (International Organization Standardization)

-Perusahaan
Adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat, mendistribusi serta melakukan uapaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat. Atau suatu unit kegiatan ekonomi yang di organisasikan dan dijalankan sebagai organisasi produksi yang tujuannya untuk menggunakan dan mengkoordinir sumber-sumber ekonomi dengan tujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan dengan cara yang menguntungkan.












B. LINGKUNGAN PERUSAHAAN
Keseluruhan dari factor-faktor ekstern yang mempengaruhi perusahaan baik organisasi maupun kegiatannya.
Pada dasarnya lingkungan perusahaan dibedakan menjadi :
-Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal perusahaan yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan perusahaan.
Lingkungan eksternal perusahaan dapat dibedakan menjadi :
A) Lingkungan eksternal makro
Adalah lingkungan eksternal yang berpengaruh tidak langsung terhadap kegiatan usaha. Contoh :
• Keadaan alam => SDA, lingkungan.
• Politik dan hankam => kehidupan operasional perusahaan sangat terpengaruh oleh politik dan hankam Negara dimana perusahaan berada => menciptakan.
• Hukum
• Perekonomian
• Pendidikan dan kebudayaan
• Social dan budaya
• Kependudukan
• Hubungan internasional.
B) Lingkungan eksternal mikro
Adalah lingkungan eksternal yang pengaruh langsung terhadap kegiatan usaha.
Contoh :
• Pemasok / supplier : yang menunjang kelangsungan operasi perusahaan.
• Perantara, misalnya distribotur, pengecer yang berperan dalam pendistribusian hasil-hasil produksi ke konsumen.
• Teknologi : yang berkaitan dengan perkembangan proses kerja, peralatan metode, dll.
• Pasar, sebagai sasaran dari produk yang dihasilkan perusahaan.
-Lingkungan Internal
Adalah factor-faktor yang berada dalam kegiatan produksi dan langsung mempengaruhi hasil produksi.
Contoh :
• Tenaga kerja
• Peralatan dan mesin
• Permodalan (pemilik, investor, pengelolaan dana)
• Bahan mentah, bahan setengah jadi, pergudangan
• System informasi dan administrasi sebagai acuan pengambilan keputusan.
Keberadaan suatu perusahaan tidak terlepas dari pengaruh lingkungan. Lingkungan perusahaan mengalami perubahan yang cukup drastis dan dinamis yang mengakibatkan persaingan yang ketat antara perusahaan. Faktor lingkungan ini tidak dapat diabaikan begitu saja tetapi perlu mendapat perhatian yang mendalam dari para manajer. Untuk dapat berkembang atau setidak-tidaknya dapat bertahan pada kondisi lingkungan yang selalu berubah, pihak manajemen dituntut untuk dapat membuat perencanaan yang matang baik rencana jangka pendek maupun rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan perusahaan.
Faktor lingkungan ini terutama berpengaruh terhadap perubahan strategi sehingga para manajer perlu menganalisis lingkungan secara sistematis. Suatu perubahan situasi dan kondisi lingkungan, di satu sisi bisa menjadi peluang dalam peningkatan laba bagi perusahaan, tetapi tidak menutup kemungkinan akan menjadi ancaman bagi kelangsungan hidupnya. Hal ini terjadi jika perusahaan tidak berhasil menyesuaikan kegiatan usahanya dengan perubahan lingkungan yang ada. Analisis lingkungan memberikan kesempatan bagi perencana strategi untuk mengantisipasi lingkungan dan membuat rencana untuk melakukan alternatif terhadap pilihan ini.
Analisis lingkungan secara sistematis dan efektif juga membantu perencana strategi untuk mengembangkan sistem pencegahan dini untuk menghindari ancaman, atau mengembangkan strategi yang dapat mengubah ancaman menjadi keuntungan bagi perusahaan. Pengambilan keputusan untuk penyusunan strategi ini harus didasarkan pada pengalaman masa lalu, kondisi sekarang dan situasi yang akan datang dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, teknologi pasar dan persaingan, kebijaksanaan pemerintah serta kemampuan manajemen yang meliputi aspek pemasaran, keuangan, produksi, dan personalia.
Manajemen perlu memperhatikan lingkungan bisnis sekitarnya agar dapat menentukan faktor-faktor dalam lingkungan yang merupakan kendala dalam pelaksanaan strategi dan tujuan perusahaan saat ini dan faktor-faktor lingkungan apa saja yang memberikan peluang terhadap pencapaian tujuan dengan cara penyesuaian strategi perusahaan. Perusahaan kadang-kadang merasa yakin bahwa dirinya mempunyai kekuatan sehingga merasa tidak perlu memperhatikan hal-hal yang terjadi di lingkungan sekitarnya akibatnya mereka mengalami penurunan dalam prestasi dan tidak dapat mencapai tujuan yang ditetapkannya. Hal ini dapat terjadi jika perusahaan tidak lagi melakukan penyesuaian strategi terhadap lingkungannya atau tidak peka terhadap tuntutan lingkungan.




C. FUNGSI-FUNGSI DAN CIRI-CIRI

-Fungsi-fungsi
Ada 2 fungsi perusahaan apabila kedua fungsi tersebut dijalankan dengan lancer, terkoordinir, terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan perusahaan.
• Fungsi operasi
Pembelian dan produksi, pemasaran, keuangan, personalia, fungsi operasi utama perusahaan, akuntansi, administrasi, teknologi informasi, transformasidan komunikasi, pelayanan umum dan uu, fungsi operasi penunjang.
• Fungsi manajemen
Perencanaan, pengorganisasian, pengarah, pengendalian.
Bila keduanya berjalan dengan baik perusahaan akan menjalankan operasinya dengan lancer, terkoordinasi, terintegrasidalam rangka mencapai tujuan.


-Ciri-ciri Perusahaan
Mencerminkan kekhasan yang membuat perusahaan bersangkutan mudah dikendali.
Cirri umumnya :
• Operatif
Adanya aktivitas ekonomi yang berkenaan dengan kegiatan produksi, penyedia / distribusi barang dan jasa.
• Koordinatif
Diperlukan koordinasi semua pihak agar saling mendukung satu sama lain untuk mencapai tujuan.
• Regular
Untuk mencapai kesinambungan perusahaan diperlukan keteraturan yang dapat mendukung aktivitas agar dapat selalu bergerak maju.

• Dinamis
Lingkungan selalu berubah oleh karena itu mampu mengikuti dan menyesuaikan diri terhadap perubahan.
• Formal
Tunduk kepada peraturan yang berlaku setelah memenuhi persyaratan pendirian,
• Lokasi
Perusahaan didirikan pada suatu tempat tertentu dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.
• Pelayanan Bersyarat
Keberhasilan perusahaan tersebut terhadap visi dan misi dalam suatu kawasan yang secara geografis jelas.

































D. TEMPAT,KEDUDUKAN DAN JENIS-JENIS
-Tempat dan Kedudukan Perusahaan
Pemilihan tempat dan letak perusahaan, factor penting untuk menjamin tercapainya:
• Tujuan perusahaan
• Efisiensi perusahaan
• Daerah pemasaran produk
• Pindah tempat : tidak ekonomis dan peraturan pemerintah
1 Tempat Kedudukan Perusahaan
Adalah kantor pusat perusahaan tersebut yang dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga lainnya.
2 Letak Prusahaan
Adalah tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik dipengaruhi oleh factor ekonomi, untuk efisiensi yang berkaitan dengan biaya.
3 Jenis-Jenis Letak Perusahaan
DIbedakan menjadi 4, yaitu :
• Terikat pada alam
Pada umumnya karena tersediaan dan kemudahan bahan baku.
Contoh : Perusahaan timah, emas, minyak bumi.
• Terikat sejarah
Perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena hanya dapat di jelaskan berdasarkan sejarah.
Contoh : Perusahaan batik, pekalongan.
• Ditetapkan oleh pemerintah
Perusahaan yang didirikan atas dasar pertimbangan, keamanan, politik dan kesehatan.
Contoh : Perusahaan kimia, limbah dampaknya dapat ditekan serendah mungkin.
• Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi
Yang bersifat industri adalah : ketersediaan bahan mentah, tenaga air, tenaga kerja, modal, transportasi, kedekatan dengan pasar, dan kesesuaian iklim.


E. VARIABEL-VARIABEL
Dalam dunia usaha terdapat banyak hal yang berpengaruh terhadap kesinambungan dunia usaha pada suatu daerah tertentu. Variable-variabel di bawah ini secara tidak langsung memberi efek pada suatu perusahaan. Setiap perusahaan memiliki resistansi atau daya tahan masing-masing terhadap setiap faktor yang berbeda-beda.
Faktor lingkungan yang mempengaruhi dunia usaha secara tidak langsung ini berada di luar dari elemen pihak internal dan eksternal yang telah dijelaskan pada artikel bagian lain. Secara bersamaan dengan faktor internal dan eksternal dengan faktor lingkungan mempengaruhi kondisi dunia usaha.
1. Variabel Sosial
- Faktor demografik/demografis : seperti jumlah, komposisi, dan pertumbuhan penduduk suatu wilayah atau area.
- Faktor gaya hidup : selera masyarakat, trend yang sedang digandrungi, dan lain sebagainya.
- Faktor nilai sosial : adat-istiadat, norma yang berlaku, kebiasaan, dan lain-lain.
2. Variabel Ekonomi
Berkaitan erat dengan indikator ekonomi yang bersifat umum mengukur tabungan, investasi, produktivitas, lapangan kerja, kegiatan pemerintah, transaksi perdagangan internasional, pendapatan, produk nasional dan lain sebagainya.
3. Variabel Politik
Faktor-faktor yang terkait dengan kondisi atau iklim perpolitikan di suatu daerah.
4. Variabel Teknologi
Kemajuan di bidang teknologi yang berubah-ubah dari waktu ke waktu yang terkadang sangat cepat sangat mempengaruhi dunia usaha. Perusahaan yang statis dan tidak mengikuti perkembangan teknologi cenderung tertinggal dibandingkan dengan perusahaan yang terus menerus melakukan adaptasi teknologi untuk membuat operasional usah menjadi lebih efektif dan efisien.
















BAB III

ANALISIS KOMPARATIF

A. Kondur Petroleum SA

Kondur Petroleum SA sebagai salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pengusahaan migas, petrokimia panas bumi, mempunyai peranan penting antara lain sebagai penghasil penerimaan negara atau devisa, penyedia energi untuk kebutuhan dalam negri, menciptakan lapangan kerja, serta mendukung pengembangan wilayah. Kegiatan Kondur Petroleum SA ini secara keseluruhan berpotensi menimbulkan dampak positif dari produk yang dihasilkan adalah sebagai sumber energi untuk industri, transportasi, dan kegiatan lain yang menunjang perekonomian.

Selain dampak positif tersebut, kegiatan Kondur Petroleum SA dalam proses menghasilkan produknya maupun produk itu sendiri sangat berpotensi menimbulkan dampak negatif terutama pada kesehatan, keselamatan para pekerja maupun masyarakat, seta lingkungan sekitar. Dampak negatif yang rentan terjadi antara lain dengan rusaknya ekosistem laut di sekitar lokasi produksi yang sebagian besar dilakukan di lepas pantai dan akibat pencemaran tersebut bagi masyarakat dan para pekerja, pencemaran tersebut dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan pekerja maupun masyarakat sekitar, bahkan dapat menimbulkan kematian. Karena itu pengelolaan yang baik diperlukan agar potensi negatif yang mungkin terjadi dapat diantisipasi dan ditekan seminimal mungkin.

Berkembangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap masalah-masalah lingkungan menuntut perusahaan secara profesional, terpadu dan berkesinambungan mengelola aspek lingkungan, kelematan dan kesehatan kerja. Dalam menyikapi hal ini maka Kondur Petroleum SA sebagai perusahaan yang dalam proses produksinya berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, berkomitmen dan bertekad untuk berada di lini depan dalam bidang keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L). Tekad tersebut dituangkan dalm Healty, Safety, and Environtment Policy Statement (QSHE Management System) yang menjadi landasan dalam penyusun program kerja tahunan bidang K3L.

Untuk mempertahankan komitmen tersebut dan agar adanya suatu perbaikan dalam bidang K3L, maka diperlukan suatu standar sebagai acuan. Sistem manajemen K3L yang lebih dahulu diterapkan Kondur Petroleum SA merupakan suatu sistem yang mengcu pada ketentuan yang tercantum dalam ISRS dan IERS yang dikeluarkan oleh DNV (Det Norske Veritas). Pada tahun 2004 Kondur Petroleum SA memutuskan memasukan ketentuan ISO 14001:1996 dan OHSAS 18001:1999 ke dalm sistem manajemen K3L. Unruk mendapatkan pengakuan penerapan ISO 14001:1996 dan OHSAS 18001:1999 maka Kondur Petroleum SA menunjuk lembaga DNV (Det Norske Veritas) mendapatkan dan mempertahankan sertifikasi tersebut. Sistem Manajemen K3L merupakan suatu sistem manajemen yang bertujuan melindungi tenaga kerja, sumber daya migas dan seluruh peralatan pendukungnya, melindungi lingkungan, serta menjamin kelancaran, keamanan, serta efektifitas dan efisiensi operasi.







BAB IV
PENUTUPAN


A. Kesimpulan

Dalam pembahasan manajemen tidak lepas pada masalah lingkungan yang dihadapi oleh seorang manajer. Perbedaan dan kondisi lingkungan akan berpengaruh terhadap konsep dan teknik serta keputusan yang akan diambil. Sebagai seorang manajer tidak harus hanya memperhatikan lingkungan usahanya atau intern saja, tapi juga harus bisa mengantisipasi lingkungan di luar perusahaan atau ekstern. Untuk mencapai tujuan organisasi tidak lepas dari lingkungan ekstern yang terjadi, apalagi bagi organisasi atau perusahaan yang menghasilkan barang-barang yang dibutuhkan oleh konsumen. Oleh karena itu manajer harus memperhatikan dan mempertimbangkan unsur-unsur serta kekuatan-kekuatan lingkungan ekstern dalam setiap kegiatan manajemen. Bagaimana reaksi seorang manajer bila ada perubahan lingkungan ekstern?


































DAFTAR PUSTAKA


• http://organisasi.org/pengertian_definisi_dari_manajemen
• luluk.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8152/Pertemuan+kedua.ppt
• http://id.wikipedia.org/wiki/Manajemen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar